|
...what was your Dreams lastnight?...
Trio Kwek Kwek
sWeeNey
bLub
pHia
Almamaters
Joe
Santi
Cepi
Vera
Dhe
Torkis&Ria
Yudis
Dian
Anggi
Eggie
Putu
Isman &
Dona
Ming dan Fanny
Aristo
Chat'ers
Lousy Monday
Indri
Donald
Farid
Xinda
Blog'ers
Bryan
Dion
Dyah
Edwin
Edo
Nita
Olive
sMara
Shenny
Tita
Verry
|
  |
Monday, April 05, 2004
Old Story
Setiap orang pasti punya cerita lalu yang mungkin saja tetep ingin disimpan, dan sebagian ingin di buang karena menyakitkan. Tuhan memang hebat, otak manusia diciptakan sebagai memory yang cukup dapat menyimpan data untuk jangka waktu yang cukup lama, even kadang2 kita ingin mendelete beberapa history yang pernah ada karena kita tak ingin mengingatnya. Tapi apa daya, memory manusia ga bisa di format, yang bisa dilakukan adalah melanjutkan hidup dan belajar dari setiap yang pernah dialami, pahit maupun manis. Gw inget ada pepatah : "manis jangan langsung di telan, pahit jangan langsung di muntahkan" well gw setuju banget dengan pepatah itu, karena ga semua yang manis itu akan selalu manis, dan ga semua yang pahit itu hanya memberikan kepahitan, coba aja bayangkan berapa banyak sih obat yang manis di bandingkan yang pahit, tapi liat aja berapa banyak efek samping gula yang manis dibandingkan daun pepaya yang pahit? semuanya ada plus minusnya, manis enak tapi mungkin berbahaya untuk kesehatan, pahit ga enak tapi mungkin banyak gunanya, makanya gw setuju manis jangan langsung ditelan dan pahit jangan langsung dimuntahkan.
Well apa hubungannya dengan old story? gini maksud gw, setiap orang pasti punya kenangan akan masa lalu, sebagian mungkin menyenangkan sebagian tidak. Mungkin ada orang-orang yang bisa mempartisi memorynya dan menyimpan semua kenangan yang tidak ingin diingat di partisi yang kalo perlu tidak usah di akses, tapi..ada kalanya tanpa sengaja memory yang tidak menyenangkan itu akan muncul lagi ke permukaan, seperti yang tadi gw bilang, memory manusia ga bisa di format ulang, jadi walaupun kita berusaha melupakan, pada dasarnya memory itu masih ada disana, right there, on your head! Kadang kala ada kejadian tertentu yang secara tak sadar, mau tak mau akan membuat kita terkenang akan sesuatu di masa lalu. Mungkin kita bisa bilang gpp as long as tidak mempengaruhi apa yang kita punya saat ini, tapi gw berpikir lagi, siapa sih yang menentukan memory itu mempengaruhi masa sekarnag? apakah memory itu yang menentukan dia punya pengaruh, atau kita yang menentukan sendiri?
untuk jelasnya berikut ini ilustrasinya : (diambil dari cerita komik jepang kebanyakan). Ada seorang cowo dan cewe yang bertentangga dan menjadi teman masa kecil, semasa kecilnya si cowo sering ngusilin si anak cewe si cewe sebelll banget ama si cowo, kemudian ketika mereka about berumur 10 tahun orangtua salah satu pindah ke lain kota, dan sejak saat itu mereka sudah tidak pernah bertemu, mereka terpisah oleh jarak dan waktu. Menjelang dewasa, setelah sama-sama sukses dan bekerja mereka bertemu lagi sebagai rekan bisnis. Kira-kira apa yang akan terjadi kemudian? si cewe yang jelas mungkin masih inget kalo cowo itu waktu kecil usil, iseng, jahat dsb. Si cowo mungkin masih inget anak tetangga ini kan yang dulu sering dia godain dan bikin nangis karena sebenernya diam-diam dia suka gemes ama cewe itu. Nah bagaimana ending cerita dari mereka yang punya "memory" yang berbeda tentang masa kecil itu? akankah si cewe tetap sebal dengan cowo itu, atau akankah cowo itu merasa "gemas" dengan cewe itu? well..itu ga bisa ditentukan ama gw, karena pasti jawabnya akan ada banyak faktor, belum lagi kalo misalnya ada fakta mereka saat ini sama-sama sudah punya komitmen dengan orang lain. Memory tinggallah memory, ending dari cerita itu bisa saja keduanya akhirnya jatuh cinta, atau bisa saja malahan hubungan bisnis itu digagalkan oleh si cewe karena dia mendendam ama tuh cowo. We'll never knows..
The point is..apa yang ada di masa lalu memang bisa saja mempengaruhi dan muncul di kemudian hari, karena kita hari ini tak terlepas dari apa yang pernah kita pilih di masa lalu. Tapi jangan lupa kita di masa depan adalah apa yang kita pilih hari ini. Mau milih tetap tinggal di masa lalu? atau mau melangkah maju terus kedepan dan memilih untuk menetapkan sendiri efek dari masa lalu itu? Well...emang ada masa lalu yang akan terus terbawa di masa sekarnag, misalnya waktu kecil suka bandel udah dilarang manjat pohon tetep aja manjat pohon, terus jatuh dan luka, bekas luka jahitan bisa jadi masih kebawa di masa sekarang, tapi untuk kedepannya pasti jadi bisa lebih lihai manjat pohonnya kan? atau mungkin jadi milih ga mau manjat pohon lagi mendingan pake tangga :p
Udah ah, tulisan ini terinspirasi karena gw menemukan banyak teman lama yang terhilang dari friendster, dan sebenernya gw selama ini udah hampir lupa kalau gw pernah (dan mungkin masih) berteman ama mereka :-?
posted by rhin
4/05/2004 11:30:00 PM
|
Pembaca Alkitab Elektronik untuk Symbian Series 60 by Joe
|